Pentingnya menulis Karya Best Practise bagi Guru


 


       Menulis adalah aktifitas menuangkan semua ide, pikiran dan gagasan kita dalam bentuk tulisan yang bisa memberikan informasi kepada pembaca dan memberikan efek positif. Menulis adalah tindakan komunikasi yang pada hakikatnya sama dengan berbicara. Tujuan menulis atau berbicara adalah untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain yang bisa dipahami.

       Menulis bisa dilakukan dengan cara menulis di kertas atau diketik dengan menggunakan mesin ketik, komputer, laptop dan alat lainnya.

Bagi sebagian orang menulis merupakan aktifitas yang gampang, mereka dengan mudah menemukan ide dan dengan lancar menuangkannya dalam bentuk tulisan. Tapi bagi sebagian yang lain menulis masih dianggap sulit baik dalam menemukan tema, menentukan judul dan mewujudkan dalam bentuk tulisan.

       Terkadang bagi sebagian orang saat sudah mulai menulis ditengah jalan mereka kehilangan ide dan akhirnya tulisan ditinggal begitu saja tanpa kejelasan nasibnya. Sebenarnya banyak hal yang bisa dijadikan ide kita dalam sebuah penulisan, berbagai kejadian yang terdapat dilingkungan, apa yang kita baca dan kita liat, pengalaman hidup sendiri maupun pengalaman orang lain semua dapat dijadikan ide dalam menulis

     Semua ini tergantung pada motivasi, niat dan semangat, kesungguhan dan kedisplinan dari penulis itu sendiri. Dan faktor yang mendasar adalah ada niat dan didukung oleh faktor pendukung lainnya.

     Menulis bagi yang berprofesi sebagai guru dianggap sangat penting, hal ini seperti yang tertuang dalam tugas pokok guru. Ada enam tugas pokok guru yang berkaitan dengan proses belajar mengajar (pembelajaran). Keenam bidang tugas itu dikenal dengan istilah “Standar Prestasi Kerja Guru (SPKG)”. Rincian dari keenam tugas itu adalah: (1) menyusun program pengajaran atau praktik atau bimbingan dan konseling; (2) menyajikan program  pengajaran atau praktik atau bimbingan dan konseling; (3) evaluasi belajar atau praktik atau bimbingan dan konseling; (4) analisis hasil evaluasi belajar atau praktik atau bimbingan dan konseling; (5) penyusunan dan pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan atau tindak lanjut pelaksanaan bimbingan dan konseling; dan (6) pengembangan profesi dengan angka kredit sekurang-kurangnya dua belas. Hal ini tertuang di dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 025/O/1995, tentang “Petunjuk Teknis Ketentuang Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, “yang kemudian disesuaikan beberapa kali untuk beradaptasi dengan perkembangan birokrasi dan manajemen ketenagaan bidang pendidikan 

(https://zulkarnainidiran.wordpress.com/2009/06/28/menulis-sebagai-kegiatan-pengembangan-profesi-guru/)

     Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis dari keenam standar yang masih menjadi kendala di lapangan adalah poin keenam yaitu “pengembangan profesi. Dalam hal ini yang menjadi fokusnya adalah guru mampu menulis karya tulis ilmiah.

      Sebagian besar guru menulis karya ilmiah masih menjadi momok yang menakutkan, dan hal ini imbasnya pada proses kenaikan angkat. Tidak heran kita lihat ada yang bertahan di pangkat dan golongan tertentu dalam waktu yang relatife lama bahkan ada yang sudah lebih dari 10 tahun di golongan yang sama. Kendalanya adalah belum memenuhi standar nilai di dalam publikasi ilmiah.

     Selama ini umumnya  guru dalam memahami karya tulis  ilmiah hanya dalam lingkup yang sangat terbatas yaitu hanya PTK (Penelitian Tindakan Kelas) satu-satunya yang dianggap sebagai karya tulis ilmiah. Sehingga hal menjadi kendala bagi guru baik untuk melakukan penelitian maupun prose penulisannya karena masih dianggap rumit dan menghabiskan waktu. 

      Pada dasarnya karya tulis adalah laporan dari pengamalan ilmu, pengamalan pengetahuan, pengamalan teknologi dan pengamalan ketrampilan. Tujuan dari kegiatan atau pengamalan tersebut adalah untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru itu sendiri. Selain itu pengamalan juga dapat berupa produk atau hasil yang berupa konsep, gagasan atau wujud nyata berupa fakta yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.

     Menulis bagi guru bukan lagi sekedar kewajiban tetapi merupakan kebutuhan mendesak. Guru harus bisa menghilangkan semua kendala yang menjadi alasan untuk tidak mulai menulis misalnya tidak ada ide, waktu yang terlalu sempit, tidak percaya diri dan alasan lainnya

     Selama ini secara tidak disadari beberapa aktifitas guru yang bisa digolongkan dalam katagori menulis misalnya menyiapkan perangkat pembelajaran, menyiapkan Lembar kerja peserta didik, membuat modul pembelajaran dan lain sebagainya.

     Salah satu jenis karya tulis yang disarankan untuk ditulis oleh guru adalah Praktik terbaik (Best practise). Best Practise adalah sebuah karya tulis yang menceritakan pengalaman terbaik dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang dihadapi guru sehingga dapat memperbaiki mutu layanan pendidikan dan pembelajaran.

      Best Practise dinyatakan unggul karena telah dibuktikan melalui riset dan evaluasi yang berulang-ulang dan teliti sehingga dapat dipercaya keunggulannya . Jadi Best Practise adalah metode atau tehnik yang sudah terbukti konsisten dapat membantu menghasilkan yang terbaik sehingga modelnya dapat digunakan sebagai acuan.

Ciri-ciri Best Practise guru adalah:

1. Mengembangkan cara baru dan inovatif dalam memecahkan masalah khususnya  pembelajaran.

   Banyak hal yang dihadapi guru dalam prose pembelajaran, diantaranya rendahnya minat   belajar peserta didik terhadap pelajaran tertentu dan hal ini dampaknya bisa dilihat dari rendahnya nilai yang didapat peserta didik dalam proses penilaian sampai pada pemilihan jurusan saat memasuki dunia perkuliahan.

 

2. Membawa sebuah perubahan/perbedaan dengan hasilnya yang luar biasa.

Perencanaan penulisan Best Practise dilakukan saat penulis menyadari bahwa pelaksanaan suatu proses yang berulang ternyata membawa perubahan yang lebih baik. 

Best Practise tidak harus melalui penelitian yang rumit dan membutuhkan dana yang besar, tetapi bisa dari langkah-langkah praktis dan hal-hal sederhana yang diterapkan dalam proses pembelajaran dan memberi dampak yang sangat besar baik dalam perubahan karakter maupun dalam memahami materi pembelajaran bagi peserta didik. 

3.  Mampu mengatasi persoalan tertentu secara berkelanjutan (keberhasilan lestari) atau dampak dan manfaatnya berkelanjutan.

Data-data yang didapat dari penelitian Best Practise dapat digunakan secara berkesinambungan di dalam memecahkan masalah tertentu sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas Profesionalitas guru, meningkatkan kualitas belajar peserta didik,  meningkatkan aktivitas belajar peserta didik baik individual maupu kelompok,  meningkatkan kedisiplinan dan lain sebagainya. 

4.  Hasil penelitian bisa membawa manfaat bukan hanya untuk saat ini bahkan juga  untuk masa yang akan datang dan bukan hanya bermanfaat untuk penulis sendiri tetapi juga bagi orang lain dalam permasalahan yang sama. Jadi hasil penelitian tersebut dapat digunakan untuk guru di sekolah yang sama atau sekolah yang berbeda dan di waktu yang tidak terbatas. 

5.   Menjadi model dan inspirasi bagi guru lainnya

   Dari hasil penelitian Best Practise seorang guru dapat meningkat profesionalitas diri baik     dengan mengikuti berbagai lomba yang berhubungan dengan pendidikan sehingga dengan    semakin banyaknya seorang guru membuat Best Pracitise akan dapat meningkatkan daya inovasi dan kreativitasnya dan otomatis juga dapat meningkatkan ketrampilan menulisnya. Dengan mengikuti perlombaan seorang guru juga bisa mendapatkan penghargaan atas karyanya, hal ini dapat mendukung dokumen untuk kenaikan pangkat tentunya juga ada kepuasan batin bagi guru tersebut. 

Best Practise selain ditulis menjadi sebuah laporan juga dapat diseminarkan, disosialisakan bahkan dapat dibukukan. Karya tulis Best Practise dapat dipublikasikan baik melalui blog guru tersebut ataupun media sosial lainnya, sehingga diharapkan semakin banyak yang membaca akan memberi manfaat yang besar dan menjadi inspirasi bagi guru lainnya.

Keluhan sebagian guru yang menganggap susahnya menulis sebuah karya tulis dapat diantisipasi dengan mencoba menulis Best Practise. Penulisan Best Practise sangatlah mudah karena ini merupakan pengalaman keseharian seorang guru didalam menjalankan tugasnya baik dalam proses merancang rencana pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian, pembimbingan maupun tugas tambahan lainnya. Hanya dengan mencoba menulis, membiasakan menulis setiap hari tentang apa saja yang didapat dalam kehidupan sehingga hal ini akan membuat seorang guru terlatih dan terasah kemampuan menulisnya.

    Menulis Best Practise juga merupakan salah satu syarat untuk mengikuti lomba Guru berprestasi. Menjadi guru berprestasi merupakan sebuah gelar kehormatan bagi seorang guru yang merupakan sebuah bentuk pengakuan terhadap kinerja dan kompetensi yang telah diraihnya. 

Semangat menulis bagi kawan-kawan guru se-Nusantara. Mari kita menulis karya Best Practise untuk kemajuan pendidikan Indonesia melalui karya-karya inovasi sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Semangat untuk terus belajar bagi kawan - kawan guru sehingga bisa memiliki kompetensi guru pada abad 21 yang menjadi pelopor dan inisiator bagi menyiapkan generasi unggul yang berkarakter, siap bekerja dan  mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta siap bersaing di tingkat nasional maupun Internasional

#Salam Pendidikan#🎓


 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan

Pendidikan anak tanggung jawab siapa?

5 langkah mudah untuk jadi penulis