Kenangan

                                                                                             

Pagi ini setelah tugas domestik selesai aku segera bergegas membelah pagi, jalanan yang basah habis disapu hujan dari semalam mengeluarkan aroma kesejukan, sepanjang jalan pepohonan yang daunnya sebagian sudah rontok terhampar seperti permadani empuk yang menggoda mata, aku terus memacu kuda besiku  dengan kecepatan 60 km per jam. Jarak tempuh sekitar 15 menit tidak membuatku terlambat sampai di sana. Memasuki pintu gerbang langsung disambut dengan barisan pohon mangga yang berjajar rapi, pohon angsana yang membuat suasana tambah sejuk dan di beberapa sudut nampak kembang  yang berwarna warni disertai kicauan burung dan semilir angin membuat suasana hati jadi tenang dan nyaman.

Gedung laboratorium IPA yang berlantai tiga merupakan salah satu tempat aku menghabiskan waktu selama di sekolah. Ruangan yang berukuran 4 x 3 meter ini letaknya persis di pojok depan lantai dua. Di dalam ruangan kecil ini ada dua meja kerja yang diatasnya ada tempat alat tulis dan beberapa buku bacaan, di sampingnya ada meja yang dilengkapi 1 set komputer. Yang membuatku betah di sini adalah jendela kacanya sepanjang ruangan. Dari sini aku dapat menikmati panorama alam pegunungan bukit barisan di pagi hari yang hijau berseri, hembusan anginnya menderu seperti alunan gesekan biola dan tak jarang mendesis yang membuat bulu kudukku merinding.
Gedung yang bernuansa orange dan hijau ini menjadi salah satu pesona untuk dikunjungi oleh tamu yang berkunjung sana. Dari ruangan sederhana lahir ide dan inovasi-inovasi pembelajaran daring di masa pandemi Covid 19.

Segera aku membuka komputer yang ada di atas meja yang berwarna coklat kayu diatasnya ada debu-debu halus yang menempel, sudah beberapa hari aku tidak memberikan perhatian khusus untuk kerapian dan kebersihannya. Segera aku tekan tombol power perangkat cerdas ini , dan membuka aplikasi browsernya. Semalam materi pembelajaran untuk hari ini sudah tersedia di LMS Google Classroom. Anak-anak yang belajar Jarak Jauh dapat membuka dan mempelajarinya kapan mereka mau. Pagi ini pembelajaran dilaksanakan via zoom meting, materi yang sudah tersedia di classroom dapat dijelaskan lebih detail melalui tatap muka di dunia maya. Setidaknya kerinduan akan celotehan dan keceriwisan peserta didik masih dapat dinikmati.

Saat proses tatap muka guru harus punya trik khusus yang membuat peserta didik bukan hanya sekedar join ke kelas tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Untuk mensiasati hal tersebut aku meminta semua siswa untuk menghidupkan kamera kemudian mereka harus memberikan respon melalui aplikasi socratif student. Beberapa pertanyaan harus mereka jawab langsung di sana. Suasana kelas ini betul-betul energik dan dinamis, suasana keakraban dan bahagia tersirat dari sapaan-sapaan mereka. Tidak terasa waktu pembelajaran berakhir dengan salam hangat dari semua peserta didik.

Untuk mengurangi ketegangan otot aku berjalan keluar menyusuri balkon sepanjang gedung lantai dua, disampingnya dipenuhi dengan pot-pot bunga berwarna putih. Sudah beberapa hari kuncup-kuncup mawar merah sedang mekar, aneka kembang krokot dan petunia juga menjuntai indah disepanjang lorong. Menuruni tangga menuju lantai bawah langsung disambut deretan pohon mahoni dan kemuning, daunnya yang rimbun sudah tertutupi dengan kuntum-kuntum bunga yang berwarna kuning, Didepan gedung laboratorium ada kolam ikan yang dipenuhi oleh beberapa ragam sayuran hasil karya anak-anak yang dipandu oleh guru pembimbing.

Setelah istirahat sejenak  aku melanjutkan kelas Pembelajaran Jarak Jauh  . Melalui LMS google Classroom aku kirim materi baik powerpoint, link youtube dan  quisnya aku padukan dengan quizziz yang membuat mereka selalu menanti  jam pelajaran kimia. Kimia menuntut siswa untuk membayangkan sesuatu yang tidak nyata, sehingga tidak jarang membuat sebagian mereka belum menyukainya. Dalam masalah ini peran guru sangat penting untuk menghadirkan sesuatu yang abstrak menjadi nyata. Pembelajaran daring sangat memudahkan guru untuk berkreasi dan berinovasi dalam proses pembelajaran sehingga tujuan utama dari pendidikan dapat tercapai.

Melalui pembelajaran daring bukan hanya kompetensi akademik yang harus dicapai tetapi juga kecerdasan emosional dan karakter dari peserta didik harus terus diasah. Saat tatap muka melalui LMS di dunia maya, lewat celotehan dan sapaan nilai-nilai kebaikan harus terus ditanamkan.

Hari beranjak siang sinar  matahari semakin merangas teriknya serasa membakar kulit. Aku menyudahi segala aktivitas di sekolah dengan kembali menyusuri jalan dipanggir kali, keciprat airnya akibat ulah bocah-bocah yang melempari batu-batu kecil kedalamnya sambil bersorak riuh. Mereka juga sudah menyudahi kegiatan daring dari rumah masing-masing, kembali menikmati suasana bermain disepanjang jalan desa. Mungkin mereka sudah jenuh untuk terus berada di dalam rumah. Semoga keadaan kembali bersahabat dengan kita. 


Catatan penulis: 

Karya ini sudah dimuat dalam buku antologi dengan Judul "KREATIFITAS DAN INOVASI GURU DALAM PEMBELAJARAN DI MASA COVID 19" yang merupakan karya kolaborasi bersama guru-guru Se-Indonesia yang tergabung dalam komunitas  Kelas Menulis artikel Opini Pendidikan (KMA OP- 26) yang diampu oleh Master Eka Wardana




 

 

 

 

 




Komentar

  1. Saya persembahkan tulisan ini untuk keluarga dan sahabat yang telah mendukung dan memotivasi selalu terutama kepada suami dan anak-anak tersayang. Tulisan ini juga dipersembahkan untuk seluruh anak-anak Indonesia yang terus semangat belajar untuk kemajuan agama dan bangsa. Ingatlah impianmu dan perjuangkanlah. Kamu harus tahu apa yang kamu inginkan dari kehidupan. Hanya ada satu hal yang mebuat impianmu menjadi mustahil: Ketakutan akan kegagalan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan anak tanggung jawab siapa?

5 langkah mudah untuk jadi penulis